SHARE
Pengurus mewawancarai Pak Bag Kepala Sekolah Pertama STM Pembangunan Semarang

Pria itu menampakkan kebijaksanaan dari setiap sudut wajahnya. Siapapun orang yang melihat beliau akan langsung mengetahui bahwa pria ini telah banyak memiliki pengalaman dalam hidupnya. Beliau adalah Ir. Bagiono Djokosumbogo, Kepala STM Pembangunan/ SMK N 7 Semarang pertama. Ditemui di rumahnya di bilangan Bintaro, Jalan Penerangan VI/3 Jakarta Selatan, pria yang biasa dipanggil Pak Bag ini menuturkan kisah dan nilai-nilai kebijaksanaan untuk kebaikan seluruh alumni STM Pembangunan Semarang.

SOSOK PENGAJAR DAN PEMBELAJAR

Bapak Ir. Bagiono Djokosumbogo, terlahir 3 Februari 1937 adalah seorang Insinyur di bidang sipil lulusan Universitas Indonesia. Pengalaman beliau meliputi konsultan professional Hilton Group dan proyek Jratunseluna. Beliau juga pernah menjabat sebagai Kepala sekolah dan juga Dirjen Pengembangan SMK dan pendidikan Vokasi. Tidak hanya itu beliau juga seorang Widya Iswara yang mumpuni dan bahkan pernah menjabat sebagai diplomat di Perancis.

Pada perjalanan karir beliau sebelum menjadi Widya Iswara, beliau berperan sebagai pengembang pendidikan vokasi di Depdiknas. Karya-karya beliau meliputi pendirian sekolah-sekolah SMK, Pusat Pelatihan Guru Kejuruan dan Politeknik. Ketika menjadi Widya Iswara, beliau ingin membuktikan bahwa profesi Widya Iswara layak menjadi idaman bagi setiap orang. Bahkan beliau sempat ditawari sebagai Kepala Biro Umum di Depdiknas saat, tetapi beliau menolaknya. Yang lebih fantastis lagi, tawaran awal untuk jadi atase di kawasan Asia dan Timur Tengah pun sempat ditolak beliau. Idealisme beliau membuat beliau berpikir bahwa, jikapun beliau harus menjadi Atase, kawasan Eropa akan lebih sesuai dengan visi beliau. Berdasarkan pertimbangan itu, beliau tetap memilih menjadi Widya Iswara sambil mengajukan untuk seleksi melanjutkan pendidikan ke Australia.

TUHAN AKAN MEMBERIKAN YANG TERBAIK.

Dengan selalu istiqomah menjadi Widya Iswara, kompetensi beliau semakin mumpuni. Di sela-sela kesibukannya, beliau menjadi bagian dari konsultan sipil pada Hilton Group sampai dengan Proyek Jratunseluna Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai (PIPWS). Beliau mengikuti seleksi untuk melanjutkan pendidikan di Australia. Walaupun sempat terganjal kendala behasa, beliau tidak patah arang. Dengan kegigihannya, beliau akhirnya mampu menaklukkan tes bahasa Inggris guna berangkat ke Australia.

Namun sayang, panggilan untuk berangkat ke Australia tak kunjung datang. Penundaan tersebut sempat menimbulkan konflik batin pada diri dan keluarga beliau. Istri tercinta kebetulan harus menyelesaikan pendidikan kenotariatan. Pilihan beliau harus dipadu-padankan dengan pilihan istri. Dengan penuh kesabaran, beliau mengajak seluruh anggota keluarga dengan berdoa “Ya Tuhan Berikan Kami yang Terbaik”.

 

HIDUP INI MEMBUAT BAYANGAN MENTAL UNTUK MENJADI WUJUD FISIK

Pak Bag selalu menerapkan kebiasaan yang efektif seperti yang ditulis oleh Covey. Beliau selalu mengatakan bahwa kita harus menentukan tujuan akhir baru kemudian berjuanglah untuk mewujudkannya. Buat mimpi sebesar mungkin kemudian wujudkan menjadi kenyataan. Kalau dalam ilmu manajemen sederhana adalah wujudkanlah semua rencana-rencana kita.

Kembali pada doa yang beliau ucapkan di atas, Pak Bag terus menekuni profesinya sebagai Widya Iswara dengan kualitas dan kapasitas yang maksimal. Hingga suatu saat ketika Beliau mengajar di VEDC Malang beliau mendapatkan telepon untuk menghadap Dirjen dan Mendikbud Wardiman.

Panggilan segera ini cukup membuat terkejut. Beliau mendapatkan kepercayaan untuk menjadi Atase Pendidikan di Paris. Mimpi beliau untuk menjadi Atase Pendidikan di daratan Eropa akhirnya telah tiba dan menjadi kenyataan.

Mimpi yang menjadi nyata ini tidak ditunggu dengan terlalu banyak tidur dan keluhan-keluhan yang menguras energy. Mimpi ini menjadi nyata dengan terus bergerak dan berdoa: Tuhan akan memberikan yang terbaik dan semesta alam akan mendukung.

HIDUP ITU TERUS MEMPERBAIKI DIRI DI MANAPUN TINGKATAN KITA

Bincang-bincang dengan Pak Bag terus berlanjut sambil penulis bercerita mengenai kegiatan-kegiatan pengurus Alumni yang baru dan kegiatan para alumni untuk terus mempererat tali silaturahmi yang akhir-akhir ini terus meningkat semenjak reuni bulan Juni yang lalu.

Sejalan dengan semangat reuni di tahun-tahun mendatang, harapan beliau komunitas setiap kelas dalam setiap angkatan bisa mengumpulkan anggotanya pada setiap reuni agar semangat yang penuh emosional ketika menempuh pendidikan dulu tetap terjaga dan terbangun kembali saat ini untuk memperbaiki kualitas kehidupan masing-masing dan terturunkan pada anak-anak kita.

Pak Bag percaya pada semangat untuk terus memperbaiki diri, mengupgrade diri layaknya kita mengupgrade aplikasi-aplikasi pada ponsel pintar dan laptop kita.

KOMPETENSI INTI

Memang banyak dari rekan kita yang saat ini sudah menyeberang ke profesi lain, yg sangat beda dengan kompetensi kita waktu sekolah dulu. Namun pesan Pak Bag, tetap tekuni kompetensi inti kita sebaik mungkin saat ini. Kompetensi itu sebagai modal tampil percaya diri di dunia sosial dan sebagai modal efikasi diri agar kita mempunyai citra diri yang baik. Yang kita harapkan, lingkungan kita mengenal kita bukan karena siapa kita tetapi karena kompetensi kita.

Pak Bag telah mencontohkan hal ini dalam kehidupan beliau. Beliau tetap menjadi konsultan sipil di sela-sela kesibukannya berdinas. Bisa menjadi diplomat walaupun latar belakangnya adalah insinyur. Banyak contoh-contoh lain nanti akan kita dapatkan, ketika kita sudah mengenal banyak alumni. Banyak alumni telah menyeberang dari kompetensi intinya untuk mendapatkan kompetensi inti yang baru dan tetap menjadi ahli. Seperti ahli Bahasa dari Elektro atau ahli Teknologi Informasi dari Mesin Konstruksi atau ahli Pembangkit Tenaga dari Elektro dan bahkan ada ahli Upgrade Batubara dari Mesin Konstruksi.

Pembicaraan dengan Pak Bag ditutup dengan semangat untuk terus memperbaiki diri agar para alumni menularkannya pada teman-teman yang terikat secara. Setiap reuni akan ada cerita baru, akan ada inspirasi-inspirasi baru untuk terus memperbaiki kualitas hidup alumni, kualitas almamater, kualitas bangsa ini.

 

Kontributor:

Sugeng Utoyo (MO86)

7 COMMENTS

  1. Luaaar biasaa pak Bag,
    Teladan hidup dengan kesederhanan dan visi yang jelas.
    Semoga pak Bag dikaruniai kesehatan dan kebahagian selalu..

    Salam hormat….Kristianto….

  2. Untuk mas Sugeng Utoyo..
    Maturnuwun mas, anda cerdas menguak sisi keuletan, fokus pada tujuan dan sisi perjuangan hidup yang manusiawi dari pak Bag…

    Sukses juga untuk mas SU ya….

    • Suwun Mas Kris….! Saya menjalani panggilan jiwa dengan senang hati. Amin …doa yg sama untuk mas kris juga….untuk semua yg mencintai keindahan hidup ini….dengan saling menumbuhkan dan mengasihi.

  3. SubhanAllah…Barokallahu fiikum ‘Best Inspiratif Profil and Character’ salam hormat kagem Yth. Bapak Ir. Bagiono Djoko Sumbogo…teriring doa : Yaa Allah Ya Rahman Ya Rahim..anugrahkan’Lah ‘Hidayah & Innayah’MU berupa Kesehatan LahirBathin, Panjangkan Usianya, berikan Kekuatan Iman, Ketabahan Hati, Keikhlasan dan Kesabaran dalam Kehidupan Beliau dan Keluarganya yang begitu ‘Sangat Bermanfaat’ bagi Dunia Pendidikan di Indonesia ‘qususson’ Tauladan Kepemimpinan Beliau bagi Keluarga Besar SMK Negeri 7 (STM Pembangunan) Semarang ‘berikut’ Kamisetembang…Maturnuwun Mas Sugeng Utoyo, mudah-mudah’an peran aktifitas Panjenengan menjadikan ‘contoh kepedulian’ peran Kamisetembang dalam ‘mikul dhuwur mendhem jero’ dharma bhakti’nya Anak terhadap Orangtua Tercinta…SMK BISA..! ‘S4K’..SalamSantun’SilaturrahimSesama’Kamisetembang…(y) :)

  4. Alhamdulillah akhirnya kita dapat juga melanjutkan edisi Profil Alumni, Profil kali ini adalah Kepala Sekolah yang Pertama, walau beliau bukan Alumni namun sangat peduli dengan Anak Asuhnya, bahkan sampai sekarangpun beliau masih berkecimpung didalam dunia Pendidikan. Terima kasih teman – teman, wabil khususson Pak Bag. Salam Hormat kami.

LEAVE A REPLY