SHARE
Mas Wig berdiri di tengah pengurus Kamisetembang dalam acara buka bersama di R.M. Godong Salam Minggu 12 Juli 2015.

Hanya dengan memakai kaos berkerah dan bercelana kasual, pria ini menampakkan aura kepemimpinan yang luar biasa. Mas Wigrantoro nama beliau. Mas Wigrantoro memang salah satu alumni STM Pembangunan Semarang, tapi beliau dipanggil “Mas” bukan karena keseniorannya tapi lebih karena nama beliau. Nama lengkap beliau memang Mas Wigrantoro Roes Setiyadi atau lebih familiar dipanggil Mas Wig. Saat ini, Mas Wig menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) pada delapan anak perusahaan milik Bakrie Groups. Jabatan ini tentu bukan posisi sembarangan. Menjadi top leader di sebuah perusahaan bertaraf internasional hanya dianugerahkan pada sosok spesial.

Kali ini divisi humas Kamisetembang mendapatkan kesempatan untuk melakukan wawancara dengan beliau saat beliau menghadiri buka bersama antara Pengurus Kamisetembang dan Senior Kamisetembang di RM Godong Salam, Minggu 12 Juli 2015. Berikut adalah hasil wawancara kami dengan beliau.

Mas Wig lulusan STM Pembangunan Semarang tahun berapa dan mengambil jurusan apa?

Saya angkatan ke enam. Saya yakin nomor induk saya 77080. Saya lulus tahun 1981. Jurusan saya saat itu Elektronika Komunikasi.

Pendidikan formal apa yang Mas Wig ambil setelah lulus dari STM Pembangunan Semarang?

Untuk studi setelah lulus dari STM Pembangunan Semarang, saya berhasil menyelesaikan studi di beberapa bidang ilmu. Untuk strata S1, saya menyelesaikan S1 Teknik Informatika di Universitas Budi Luhur dan S1 Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia. Untuk gelar magister saya menyelesaikan S2 Ilmu Akutansi di Universitas Indonesia dan S2 Ekonomi Politik di National University of Singapore. Untuk gelar Doktor saya mendapatkannya dari Universitas Indonesia di bidang Strategi Ekonomi. Saat ini saya juga masih menempuh kuliah S3 di bidang Ilmu Hukum. Kalau untuk sertifikasi profesional yang saya miliki malah lebih banyak lagi.

Bagaimana STM Pembangunan Semarang memberikan arti dan warna dalam kehidupan Mas Wig?

Ada beberapa hal yang saya pelajari dari masa studi saya di STM Pembangunan. Yang pertama, saya menjadi sadar bahwa untuk berhasil, saya harus memiliki keberanian untuk melakukan suatu perubahan. Yang kedua, selain saya mendapatkan kesadaran yang sedemikian rupa, di STM Pembangunan saya mendapatkan pertemanan yang sangat solid.

Memang di STM saya mendapatkan keahlian teknik, namun keahlian teknik saja kan belum mencukupi. Yang sangat saya syukuri adalah kenyataan bahwa STM pembangunan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada siswa untuk memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Apakah di era modern ini, bersekolah di SMK khususnya di STM Pembangunan Semarang masih relevan?

Tentu saja masih relevan. Hanya ada beberapa aspek yang harus disikapi secara strategis dan arif. Siswa yang sekolah di SMK harus sadar bahwa lulus dari SMK adalah langkah awal untuk bekerja sehingga tidak menjadi beban orang tua atau wali. Untuk berkembang di awal karir, lulusan SMK harus bertekad bulat menyelesaikan studi lanjut untuk perkembangan karir selanjutnya sambil menekuni pekerjaan yang dia geluti untuk menopang biaya studinya.

Untuk menopang proses tersebut, semasa belajar di SMK, para siswa harus juga memperhatikan mata pelajaran non-teknik seperti Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Fisika dan lain sebagainya sehingga dapat menjadi modal saat melanjutkan studi yang lebih tinggi.

Perlu disadari bahwa di luar sana sudah terjadi downscaling kompetensi. Pekerjaan yang dulunya dikerjakan oleh lulusan STM sekarang diperebutkan oleh Sarjana Teknik. Pekerjaan manual yang dulunya dikerjakan oleh tamatan SD atau tamatan SMP sekarang diminati oleh lulusan SLTA. Oleh karena itu mau tidak mau, siswa SMK harus mau berpikir untuk mengambil pendidikan yang lebih tinggi dalam proses karirnya.

Bagaimana strategi sekolah kejuruan untuk bertahan dan unggul di tengah persaingan yang kian ketat ini?

Sekolah harus pandai-pandai mengidentifikasi jenis pekerjaan dan bidang-bidang yang masih membutuhkan lulusan SMK. Sekolah juga harus membina hubungan baik dengan industri yang potensial menyerap lulusan SMK. Sekolah harus menyiapkan kurikulum dan kompetensi yang memungkinkan siswa untuk diserap oleh industri yang bersangkutan.

Mas Wig sekarang adalah top leader di perusahaan multinasional. Cara berpikir apa yang perlu dimiliki untuk menjadi seorang top leader?

Sejak muda saya selalu banyak membaca kisah-kisah sukses para top leader. Sejak muda pula, bahkan sejak saya masih duduk di bangku SMP, saya sudah merencanakan langkah-langkah saya di beberapa tahun ke depan. Beberapa ahli menyebut kemampuan berpikir seperti ini adalah berpikir lateral. Orang yang berpikir lateral tidak hanya memikirkan apa yang ada dihadapannya atau apa yang sudah dimilikinya di masa lalu, namun mereka mampu memprediksikan masa depan seakan-akan masa depan sudah terjadi. Saat menemui sebuah permasalahan, jangan hanya menggunakan solusi tunggal. Setiap permasalahan yang muncul harus memunculkan minimal tiga solusi untuk mengatasinya.

Pesan Mas Wig untuk para alumni dan adik—adik kita yang masih belajar di STM Pembangunan / SMK N 7 Semarang.

Layaknya orang berkendara menggunakan mobil, gunakanlah kaca spion tapi jangan terlalu sering menengok ke belakang. Jangan jadikan masa lalu sebagai beban namun sebagai pelajaran. Terlalu banyak orang berjalan terseok-seok menuju masa depan karena terlalu banyak menyeret muatan masa lalu. Saat melakukan kesalahan di masa lalu, segera ambil hikmah dan maju lurus ke depan. Jangan ada lagi perasaan menyesal atau keinginan mengulangi masa lalu.

Terima kasih Mas Wig.

 

12 COMMENTS

  1. Luaar biasaa Mas Wig..!! Top markotop…
    Bukan hanya pencapaian profesional yang matang, juga semangat beliau terus belajar untuk S3 tentulah menjadi teladan yang patut diikuti.

    Sangat bermanfaat jika ada kesempatan Mas Wig untuk memberikan semacam kuliah umum bagi alumni tentang ‘Leadership & Managerial Skill’ yang praktis dan bisa di terapkan.

    Bravo Mas Wig….!
    Terima kasih pengurus Kamisetembang yang telah menyajikan kisah inspirasional Mas Wig ini.

  2. Sangat inspiratif……dari seorang mas wig.
    Saya seringkali mengikuti dan membaca face book beliau,berharap bisa memberikan tutorial kepada rekan2 Kamisetembang yang ada di Banten (Paran Satembang)
    Semga mas wig selalu diberikan kesehatan…Aamiin

  3. Mantap…..benar-benar Mas Wig menjadi sosok yg inspiratif,semoga kita bisa mencontoh beliau…tidak pernah putus utk belajar

  4. Setuju dg mas Tri Arianto, semoga kita bisa meniru beliau nggih mas Tri, Ayo mas Tri kpn ambil s3 nya? 😀

  5. Luar biasa saran yang diberikan dan sangat menginspirasi bagi kami para siswa maupun alumni dari stemba. Semoga ada mas wig mas wig berikutnya dari stemba 😀

  6. Luar biasa…Mas Wig, sebagai mentor dan juga dosen saya waktu di S2 Budi Luhur Jurusan M.Kom- 2006, saya sangat beruntung mendapat wawasan dari beliau…Semoga selalu Sukses Selalu

  7. Luar biasa mas wig, dan terima kasih kemarin untuk acara surprise buat bapak bagiono djokosumbogo. Semoga dilancarkan segala urusannya mas.

Leave a Reply to supriyanto/MK'81 Cancel reply