SHARE

Oleh : Galih W.

Organisasi alumni sudah banyak kita dengar, tapi bagaimana sebenarnya peran dan dasar formalnya ?Keberadaan organisasi alumni sangat penting bagi sekolah. Dalam Permendiknas 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Sekolah Dasar dan Menengah menyebutkan kata ‘alumni’ dalam halEvaluasi dan Pengembangan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) secara menyeluruh harus melibatkan berbagai pihak, termasuk alumni serta dalam hal Pelaksanaan Rencana Kerja Bidang Kesiswaan, yang mewajibkan sekolah melakukan pelacakan terhadap alumni. Dua hal ini sangat penting bagi sekolah vokasi semacam SMK (teknik industry, ekonomi, social, dsb).Pengembangan KTSP yang menjadi bahan ajar siswa sangat penting untuk melibatkan alumni, sebab dari alumni dapat diperoleh berbagai informasi mengenai kebutuhan dunia kerja yang menjadi tujuan utama keberadaan sekolah vokasi.Dunia Industri dan Dunia Usaha merupakan dunia kerja yang terus berkembang, sehingga informasi dari alumni menjadi pembaharu materi – materi pendidikan di sekolah.Untuk mengoptimalkan alumni, maka pendataan terhadap alumni menjadi hal yang harus dilakukan sekolah, dibawah coordinator bidang kesiswaan. Sebagai Rencana Kerja, tentunya pembuatan database alumni bisa menjadi salah satu peluang pimpinan sekolah untuk merencanakan dalam DPA. Implementasi dari konsep seperti ini adalah kerjasama antara sekolah dengan organisasi alumni. Kerjasama tersebut bukan hanya dalam hal pendataan alumni secara integrated, tetapi juga kerjasama pembuatan konsep KTSP dan pertukaran ilmu pengetahuan, link and match materi keilmuan antara para alumni dibawah koordinasi organisasi alumni dengan sekolah.

Sebagaimana kebijakan adalah bersifat dinamis, maka bagaimana dengan perkembangan kebijakan pendidikan saat ini ? Cukup legalkah organisasi alumni bekerjasama dengan sekolah ?Tanpa adanya MoU atau kerjasama secara legal dan resmi maka masukan dari organisasi alumni hanya berita kosong bagi sekolah.MoU ini juga harus ditindaklanjuti dengan perjanjian kerjasama yang mengatur pasal demi pasal setiap hal yang menjadi ruang kerjasama, termasuk kewajiban transparansi dan akuntabilitas kinerja bersama.Untuk melakukan kerjasama, tentunya para alumni harus sadar hukum dalam membentuk organisasi sesuai ketentuan regulasi.Pada dasarnya organisasi alumni adalah organisasi masyarakat dengan klasifikasi tertentu, misalnya batasan keanggotaan khusus, dan tujuan khusus untuk sekolah tertentu. Organisasi masyarakat seperti ini tak ayal sebagaimana organisasi masyarakat lain dalam bidang lingkungan ataupun dalam hal lainnya, sehingga ormas ini adalah keniscayaan untuk diwujudkan dalam organisasi alumni dengan segala ketentuan, secara hukum (legal diresmikan instansi berwenang), secara structural (dengan kepengurusan lengkap), serta secara administrative (AD/ART dan tata kelola manajemen  harus rigid).

Komite Sekolah, jalan lain Alumni membangun sekolah

Dinamika kebijakan menyiratkan keharusan adanya Komite Sekolah.Komite sekolah merupakan organisasi independen atau agen yang memiliki fungsi dalam hal advisory (memberi masukan), supporting (memberi dukungan), controlling (pengawasan) dan legislative (mediator) terhadap sekolah.Pembentukan Komite Sekolah sesuai Permendiknas no 044/U/ 2002 Lampiran poin V menyebutkan secara jelas keanggotaan alumni dari unsur sekolah dan unsur masyarakat yang salah satunya adalah wakil alumni, selain itu Komite Sekolah harus memiliki AD/ART.Namun, tipikal Komite Sekolah ternyata muncul menjadi berbagai model, yaitu model stamp action, model legislative dan model proporsional.Komite Sekolah model stamp action hanya bersifat menyetujui setiap usul yang dibawa oleh manajemen sekolah.Model ini yang paling banyak muncul saat ini, karena Pengurus Komite notabene kebanyakan adalah unsur sekolah, atau pensiunan guru yang pernah menduduki manajemen sekolah tersebut.Model legislative adalah model yang penuh dengan kontroversi, sebab selalu menyudutkan dan menginterogasi setiap masukan dari manajemen sekolah, sehingga berbagai program tidak jalan. Sedangkan model proporsional adalah model yang win – win solution tetapi tetap memperhatikan norma dan nilai – nilai hukum yang berlaku sesuai dengan tugas dan wewenang masing – masing pihak.

Dengan hadirnya PP no 17 tahun 2010 Tentang penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan ini, Komie Sekolah yang sudah terbentuk dalam melaksanakan Mekanisme pemilihan pengurus, pembuatan AD/ART harus disesuaikan peraturan ini, atau kalau memang sudah tidak sesuai bila perlu disegarkan kepengurusannya.Masa Jabatan Komite Sekolah adalah 3 (tiga) tahun dan bisa dipilih kembali untuk 1(satu) masa jabatan.Jadi tidak ada Komite Sekolah yang dongkol, atau menjabat terus menerus.

Dalam PP ini keanggotaan Komite Sekolah tediri dari 50%, orang tua siswa, sisanya tokoh masyarakat dan pakar pendidikan. Maksimal anggota Komite Sekolah adalah 15 orang, dan tidak ada sedikitpun dari managemen sekolah berada dalam komite, karena diharapkan komite ini bak komisioner KPK yang independen.

Definisi tokoh masyarakat sesuai UU 8/1987 tentang Protokol, pasal 1 menyebut tokoh masyarakat adalah seseorang yang karena kedudukan sosialnya menerima kehormatan dari masyarakat dan/atau pemerintah.Tokoh masyarakat ini karena kiprahnya dalam masyarakat, seperti tokoh agama, ketua organisasi atau pergerakan termasuk di dalamnya adalah pengurus organisasi alumni, ketua lingkungan dan sebagainya. Sedangkan yang disebut pakar adalah seseorang yang melalui pelatihanpendidikanprofesipublikasi, maupun pengalaman, dipercaya memiliki pengetahuan khusus dalam bidangnya di atas rata-rata orang, di mana orang lain bisa secara resmi (dan sah) mengandalkan pendapatnya. Pada Pemprov. Jateng, orang yang bisa diberi honor sebagai pakar adalah orang dengan pengetahuan dan pengalaman yang tinggi (puluhan tahun) dan/atau berpendidikan setara S3.Apabila KOmite berjumlah 15 orang, maka setidaknya dari orang tua murid sejumlah 8 orang dan 5 orang tokoh masyarakat, serta 2 orang pakar. Komposisi pakar memang sedikit mengingat terbatasnya orang yang bisa secara legal dianggap sebagai pakar.

Namun kebanyakan yang terjadi saat ini adalah para pensiunan PNS yang berlatar belakang birokrat atau pengajar yang mengaku dirinya tokoh bahkan mantan guru mengaku pakar, sehingga bisa duduk dalam Komite sekolah dan hasilnya sudah terbaca komite sekolah akan berpihak kepada kepentingan Kepala Sekolah, sehingga meninggalkan fungsi – fungsi yang sebenarnya. Komite Sekolah terjebak pada model stamp action saja, untuk melegalkan penjabaran BOS maupun kinerja lainnya dari sekolah.

Keberadaan organisasi alumni masih bisa dipertahankan dalam Komite Sekolah, sebagai salah satu dari tokoh masyarakat anggota Komite Sekolah.Di sinilah peran Organisasi alumni untuk memberikan masukan, mengontrol sekaligus mediator bagi kepentingan sekolah agar menjadi lebih baik.Bahkan melalui Komite Sekolah ini dapat pula merekomendasikan penggantian guru atau kepala sekolah melalui kajian yang memadai dan diusulkan kepada pejabat yang berwenang.

Kamisetembang, contoh organisasi alumni

Kamisetembang adalah Keluarga Alumni STM Pembangunan Semarang, sebuah organisasi alumni para lulusan STMN Pembangunan yang merupakan SMK Kejuruan 4 tahun.Banyak alumni yang merasa kegiatan alumni hanya temu kangen dan silaturrahmi.Namun esensi sebenarnya dari organisasi alumni sangat luas. Secara khusus organisasi alumni memang wadah komunitas social dengan beragam kegiatan social, menjembatani antar para alumni agar mendapatkan peluang kerja yang lebih baik, namun secara formal organisasi alumni juga bisa menjadi anggota KOmite Sekolah atau secara langsung bekerjasama dengan sekolah untuk memperbaiki mutu dan kapasitas pendidikan sekolah. Dalam hal ini, bantuan dari organisasi alumni berupa materiil, barang maupun bangunan juga perlu memperhatikan mekanisme tentang Pengelolaan Aset Daerah sebagaimana fungsi otonomi bahwa satuan pendidikan berada pada urusan pemerintah daerah. Maka dengan itu, focus alumni dapat dikatakan dalam 4 (empat) hal, yaitu : social, penyerapan tenaga kerja alumni, peningkatakan kapasitas sekolah dalam hal managemerial, KTSP dan semacamnya.

Sebagaimana organisasi alumni yang lain, catatan selama ini database alumni belum tersedia dengan baik. Database ini bukan hanya tanggungjawab alumni, tetapi juga sekolah sebagaimana ketentuan Permendiknas diatas. Kendala yang lain adalah terkait eksistensi dan novelty dari AD/ART organisasi alumni yang perlu disesuaikan dengan kondisi terbaru, rencana kerja sesuai peluang regulasi, serta sumber dana organisasi. Apabila organisasi alumni sudah berbadan hukum dengan AD/ART yang rigid tentunya sumber dana sudah tersebutkan secara jelas. Keberadaan unit usaha atau yayasan dibawah organisasi bisa saja dibentuk namun bukan yang esensial.

Untuk itu, terhadap kendala tersebut, organisasi alumni seharusnya :

  • Meninjau ulang AD/ART organisasi untuk diperbarui sesuai dengan dinamika kebijakan saat ini;
  • Mengusulkan reformasi pada pengurusan Komite Sekolah, sehingga keterwakilan tokoh masyarakat termasuk alumni dan pakar benar – benar terrealisasi sesuai ketentuan dan bekerja secara optimal;
  • Membuat rencana kerja yang sesuai dengan peluang seperti :
    1. Mencanangkan MoU dan Perjanjian Kerjasama dengan sekolah secara rigid mengatur siapa berbuat apa dan bagaimana, termasuk tata cara evaluasi dan pertanggungjawaban;
    2. Memberdayakan wakil organisasi alumni yang ada di Komite Sekolah untuk berjuang demi perbaikan mutu dan kapasitas sekolah, seperti menghilangkan pungli, transparansi managerial, pengawasan terhadap guru dan kepala sekolah, pertukaran ilmu pengetahuan, termasuk fasilitasi penelitian, dan sebagainya;
  • Mengoptimalkan sumber dana secara transparan dan akuntabel. Keberadaan unit usaha atau yayasan yang menyulitkan segera dibekukan, mengoptimalkan porsi atau peluang organisasi alumni sebagai badan hokum yang bisa memperoleh sumber dana tanpa adanya unit usaha sekalipun, misalnya melalui iuran yang telah berjalan.

Tulisan ini memang masih jauh dari sempurna, tetapi harapan kita semua sebagai alumni dan masyarakat, agar pendidikan ke depan bagi anak cucu kita lebih baik dan optimal.***

1 COMMENT

LEAVE A REPLY