Perbanyak TTM

Biasakan mengucapkan kata-kata tolong dan terima kasih
(TT) dalam keluarga. Apapun keperluannya “tolong dan terima kasih jangan terlewatkan “
Ayah dan Ibu adalah orang pertama yang memberi teladan.”Ibu tolong ayah buatkan secangkir kopi.” Begitu kopi terhidang. Ayah berkata,”terima kasih Bu.”

Subhanallah, kalau kita mau mempraktekkan dua kata sederhana ini akan bisa memberikan keajaiban yang besar. Karena keduanya menyimpan makna yang begitu mendalam tentang penghormatan dan penghargaan.Yang dimintai tolong merasa dihargai dan dihormati, sedangkan yang meminta tolong telah menumbuhkan penghargaan dan penghormatan.

Membiasakan mengucapkan TT ini hendaknya tidak terbatas antara anak dan orang tua atau sebaliknya, tapi juga anggota keluarga yang lain termasuk kepada pembantu rumah tangga. Sungguh dengan membudayakan TT ini maka masing-masing anggota keluarga akan merasa sangat dihargai, disayangi dan dicintai.

Maaf dan Memaafkan
Memaafkan orang yang telah menyakitkan hati sangat suit dilakukan apabila tidak memiliki tenggang rasa dan lapang dada. Apalagi bagi anak-anak yang masih berusia balita yang notabene masih memiliki sifat khas egois dan mau menang sendiri. Sementara melawan fitrah anak dan memaksa anak untuk minta maaf karena dia telah melakukan kesalahan justru tidak menjadikan anak berlapang dada malah akan membuat anak merasa disalahkan. Maka hal terbaik yang mesti kita lakukan adalah tidak menyalahkan anak atas perbuatannya di depan anggota keluarga yang lain.

Bila kakak telah berbuat sesuatu yang merugikan adiknya –merebut mainan adik misalnya–, sehingga menyebabkan adik menangis , kita bisa katakan,”adik , coba maafkan kakak mungkin dia sedang khilaf dan lupa. Biasanya kakak mau mengalah.”sabar ya dik, nanti ibu beri pengertian kepada kakak.”

Ibu tidak menyalahkan kakak, juga tidak membela adik. Dengan demikian kakak yang ngotot tak mau mengalah dan mengakui kesalahannya tak akan tersinggung dengan perkataan ibu. Sementara adik pun belajar dari ketulusan ibunya yang mencoba memaafkan kesalahan orang lain. Kelak jika seseorang berbuat salah kepada adik, dia akan dengan mudah memaafkan.

Selanjutnya ibu mengajak bicara dengan sang kakak dan memberi pengertian bahwaq mainan yang direbutnya adalah milik adik. Tentu saja anak tidak akan dengan mudah memaafkan , maka resep terbaik adalah dengan memberi keteladanan.

Ibu dan ayah hendaknya seseringn mungkin meminta maaf kepada anak-anaknya ketika berbuat salah, sekecil apapun kesalahannya atau bila terjadi kesalahpahaman. Meski kesalhan tersebut bukan murni dilakukan ayah dan ibu, tetaplah meminta maaf kepada anak-anak. Dengan teladan langsung dari ayah dan ibu, anak-anak akan mudah saling memaafkan.

Kontributor : Endah Setyowatie

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *