SHARE

Buatlah Dirimu Untuk Menjadi Siapa Saja

Apakah tujuan dari kita hidup? Apa yang kita kejar dalam hidup? Apa yang ingin kita dapatkan dalam hidup? Pertanyaan-pertanyaan yang gampang-gampang susah untuk dijawab. Menjadi mudah apabila kita menyederhanakan batasan-batasan kehidupan kita. memasang batasan yang tidak terlalu tinggi dan berada dalam batas kemampuan kita. Sebagai contoh dalam hal kendaraan. Apa batasan yang anda tentukan, sehingga membuat anda puas dan menurut anda telah dicapai suatu cita-cita?

  1. Mobil Mercedez atau BMW, seharga 1 M
  2. Mobil Daihatsu atau Toyota, seharga 500 jt
  3. Mobil VAN, seharga dibawah 200 jt
  4. Sepeda motor besar, seharga 50 jt
  5. Sepeda motor biasa, seharga 15 jt

Apakah ada yang salah dengan cita-cita tersebut. Jawabannya tentu saja TIDAK, TIDAK daaaan TIDAK. Tidaklah suatu kesalahan bila kita punya cita-cita memiliki mobil Mersi atau BMW, seharga 1 M. Juga bukan hina kalau kita cukup memiliki cita-cita memiliki sepeda motor yang hargaya sekitar 15 jutaan. Namun yang harus diperhatikan adalah jarak penempatan cita-cita dan besarnya penghasilan kita.

Misalnya kalau penghasilan kita adalah dibawah 5 juta, penempatan cita-cita meniliki Mercy atau BMW, ibarat jarak antara bumi dengan langit.Dengan jarak yang terlalu jauh, maka diperlukan kerja keras untuk mencapainya. Bahkan dengan waktu yang lamaaaaaa pula. Kerja keras sepanjang hari, sepanjang minggu, sepanjang bulan dan bahkan sepanjang tahun……….. Membuat kita hidup terasa tidak enak, kemrungsung, dan hari-hari terasa amaaat panjang. Dalam kondisi semacam ini, juga membuat badan terasa amat lelah, karena terus menerus dipacu untuk mendapatkan penghasilan yang tinggi, sehingga rawan terhadap segala penyakit.

Dalam kondisi semacam ini, secara batiniah, kehidupan menjadi tidak tenang, selalu merasa kurang, dan jauh dari rasa bersyukur. Membuat kita berada semakin jauh dari Tuhan. Sehingga untuk mencapai cita-cita terasa bagai : KURCACI INGIN MENGGAPAI BULAN.

Hal ini tentu bertolak belakang kalau kita menempatkan cita-cita yang tidak terlalu tinggi,misalkan dengan penghasilan kita yang hanya dibawah 5 juta, memiliki cita-cita PUNYA TUNGGANGAN sepeda motor besar yang berharga sekitar 50 jt.  Dengan menabung 2,5 juta tiap-tiap bulan, tentu saja dalam 20 bulan sudah dapat dicapai itu tunggangan. Atau kalau mau menikmati terlebih dahulu dengan cara kredit, tentu saja sampai lunas butuh waktu sedikit lebih lama. Memang berat menyisihkan 50% penghasilan untuk ditabung. Tetapi 20 bulan bukanlah waktu yang lama. Dan setelah itu tunggangan yang di cita-cita kan menjadi terwujud. Dua puluh bulan berhemat-hemat dalam segala segi tidaklah berat, bukan sesuatu yang melelahkan. Dan secara batiniah ada kemajuan setiap saat, ada penambahan kepuasan  setiap hari.

Dan akhirnya TERCAPAILAH CITA-CITA.
Kita puaas.
Kita bersyukur.

Dan Tuhan serasa menjadi semakin dekat dengan kita. Sehingga tidaklah salah bilamana ternyata dalam waktu dekat, dimudahkan rejeki kita, dimudahkan jalan mendapatkan uang, daaaan tunggangan yang lebih lagi bisa kita dapatkan dengan kemudahan dan kemudahan ……

TIDAK JAUH BERBEDA DENGAN CITA-CITA
TENTANG RUMAH,
CITA-CITA TENTANG ISTRI PENDAMPING HIDUP.
DAAAAAN
CITA-CITA YANG LAINNYA.

setelah lulus

Banyak jalan menggapai cita – cita !
Banyak jalan mencapai cita – cita !
Banyak jalan menuju Roma !
Mana jalan yang baik ? ……. Enak ? ……… Enjoi ? ……….
Bagaimana kita bisa membuat BANYAK JALAN ?
Bagaimana kita memilih jalan ?

Bagaimana kita bisa mengatakan bahwa banyak jalan ?
Kita bisa mengatakan banyak jalan, kalau kita memiliki
banyak keahlian, banyak kepandaian, banyak teman ………
Dengan begitu kita memiliki banyak pilihan.

Lalu bagaimana yang bagus ?
Yang bagus adalah kalau dalam jalan tersebut, bisa terpakai
semua keahlian kita, bisa terpakai semua kepandaian kita,
daaaan banyak teman yang bisa membantu kita.

Apa akibatnya kalau kita hanya memiliki sedikit kerahlian,
kepandaian yang hanya pas-pasan, dan teman sedikit…..
Tentu saja jalan yang akan kita lalui tidak bisa mulus,
sampai di suatu titik, tidak bisa terus karena bahasa tidak
bisa, sehingga harus belajar bahasa dulu, sampai di suatu
titik akonting tidak bisa, sehingga harus belajar dulu, belok
sana, belok sini, ……. Sehingga jalannya akan bertambah
panjaaaaaang.

Sama halnya kalau nanti tiba saatnya memilih istri, akan lebih
mudah kalau kita memiliki banyaaak pilihan calon istri.

Untuk artikel selengkapnya silakan unduh pada tautan Narasi Pembekalan kelas IV, PDF.

Kontributor : Pak Jendral (Mokhamad Sugiharto)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY